Tuesday, 25 June 2013

Nama Fakultas Di IAIN Ar-Raniry Berubah


REKTOR IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. H. Farid Wajdi Ibrahim, kemarin melantik 84 orang pejabat di lingkungan kampus yang dipimpinnya di Auditorium Prof. Ali Hasjmy IAIN Ar Raniry, Senin, 24 Juni 2013. Menurut Rektor, pelantikan pejabat kali ini beda dengan sebelumnya, karena yang dilantik ada pejabat lama dengan jabatan baru dan ada juga pejabat baru dengan jabatan baru juga, “Pelantikan ini serentak dilaksanakan se lingkungan IAIN Ar-Raniry yang dipusatkan di satu tempat,” ujarnya melalui rilis yang diterima ATJEHPOSTcom.

Pelantikan ini katanya berdasarkan peraturan Menteri Agama RI nomor 16 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Laksana IAIN Ar-Raniry, dan sesuai kesimpulan rapat penyerahan dokumen Organisasi dan Tata Kerja (ORTAKER) Universitas Islam Negeri dan Institut Agama Islam Negeri tahun 2013.
“Dalam peraturan baru ini, banyak perubahan nama dan jabatan, dari pembantu rektor menjadi wakil rektor, dari pembantu dekan, sekarang menjadi wakil dekan, selanjutnya juga perubahan nama fakultas dan bidang-bidang,” kata Farid.

Rektor menambahkan, Fakultas Tabiyah sudah berganti nama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Dakwah menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Adab menjadi Fakultas Adab dan Humaniora, dan Fakultas Syariah menjadi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.
“Perubahan nama ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, baik di kampus UIN maupun kampus IAIN, ke depan setelah perombakan ini diharapkan akan terjadi perubahan besar dalam hasil kerja pegawai, terutama di Lingkungan IAIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Menurut Farid, IAIN Ar-Raniry sedang menunggu proses perubahan dari IAIN menjadi UIN, sedang diproses rekomendasi dari Kemendiknas, itu kebijakan dari menteri yang selanjutnya diusulkan oleh Menpan kepada Preseiden RI.
“kita berharap, UIN Ar-Raniry akan segera terwujud, semoga pada HUT IAIN ke-50 tahun 2013 ini kita sudah menjadi Universitas Islam Negeri,” paparnya

Dalam sambutannya Rektor mengatakan, jabatan ini adalah amanah yang paling besar yang harus jalankan, Allah telah mengingatkan kita dalam Al Quran surat an Nisa’, selain itu juga dijelaskan dalam Surat an Anfal yang menjelaskan antara amanah dan khianah.
“Jika amanah telah dipercayakan, jaga kepercayaan itu, pekerjaan dan jabatan ini adalah milik Negara, milik ummat, dan kita bertanggu jawab terhadap ummat manusia,” ujar Farid Wajdi.[] ihn

Sumber : Atjeh Post

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites